Sabtu, 17 Maret 2018



Laporan Kelompok Kimia
Titrasi Asam dan Basa

Guru Pembimbing : REINNA ELSHA, S.Pd


Oleh  (kelompok 5):
1.    Stevanni Tandean
2.    Tania Herlianda
3.    Wangi Salsabila
XI IPA 1

Yayasan Pendidikan Unggul Sakti
Tahun Ajaran 2017/2018
(Stevanni Tandean)









KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayahnya yang kami terima, serta petunjuknya yang memberikan kemampuan dan kemudahan bagi kami dalam penyusunan laporan praktikum kimia ini yang berjudul “Penetuan Kadar Asam Askorbat Dengan Metode Titrasi Asam Basa” yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kadar asam askorbat dalam larutan dengan metode titrasi asam basa.
Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada guru pembimbing mata pelajaran kimia, Ibu Reinna Elsha,S.Pd yang telah membantu dan memberikan bimbingan kepada kami dari mulai proses pengerjaan praktikum sampai dengan penyelesaian laporan praktikum ini.
Kami selaku tim peneliti menyadari bahwa laporan praktikum ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi penyempurnaan laporan praktikum ini kedepannya. Semoga dengan adanya laporan praktikum ini dapat bermanfaat bagi pembaca dalam menambah ilmu pengetahuan mengenai titrasi asam basa.
             
Jambi, 19 Februari 2018



(Wangi Salsabila)



  




BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Landasan Teori
          Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya. Titrasi asam-basa adalah titrasi yang melibatkan asam maupun basa sebagai titer (zat yang telah diketahui konsentrasinya) maupun titrant (zat yang akan ditentukan kadarnya) dan berdasarkan reaksi penetralan asam-basa. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa yang telah diketahui kadarnya, dan sebaliknya, kadar larutan basa dapat diketahui dengan menggunakan larutan asam yang diketahui kadarnya. Titik ekuivalen yaitu pH pada saat asam dan basa (titrant dan titer) tepat ekuivalen atau secara stoikiometri tepat habis bereaksi. Titrasi yang menyandarkan pada jumlah volumelarutan disebut titrasi volumetri.
            Secara teknis, titrasi dilakukan dengan cara mereaksikan sedikit demi sedikit larutan penitrasi melalui buret, ke dalam larutan yang akan dititrasi dalam labu Erlenmeyer. Kondisi pada saat terjadi perubahan warna indicator disebut titik akhir titrasi. Titik akhir titrasi diharapkan mendekati titik ekuivalen titrasi, yaitu kondisi pada saat larutan asam habis bereaksi dengan larutan basa. Pendejatan antara titik akhir titrasi dan titik ekuivalen titrasi bergantung pada ph perubahan warna dari larutan indikator. Jika perubahan warna indikator terletak pada ph titik ekuivalen, maka titik akhir titrasi sama dengan titik ekuivalen. Akan tetapi, jika perubahan warna terjadi setelah penambahan larutan penitrasi yang berlebih, maka titik akhir titrasi berbeda dengan titik ekuivalen. Titik ekuivalen, ialah titik pada saat sajumlah mol ion OH yang ditambahkan ke larutan sama dengan jumlah mol ion H+ yang semula ada.
            Perbedaan antara titik titrasi dengan titik ekuivalen disebut kesalahan titrasi. Besar kecilnya kesalahan titrasi ditentukan oleh pemilihan indicator. Jika indicator yang digunakan tepat, maka kesalahan titrasinya kecil. Titrasi asam oleh basa kuat dan sebaliknya mempunyai titik ekuivalen pada ph 7. Titik ekuivalen titrasi asam lemah oleh basa kuat terjadi pada ph antara 8 dan 9. Sementara titik ekuivalen titrasi basa lemah oleh asam kuat berada pada ph asam.

( Stevanni Tandean )


1.2. Tujuan        
1.      Mengetahui penetralan asam basa dengan metode titrasi.
2.      Menentukan konsentrasi suatu larutan asam atau basa dengan menggunakan titrasi asam-basa.
3.      Mengetahui titik ekuivalen dan titik akhir titrasi-basa.
( Stevanni Tandean )
1.3. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cara mengetahui penetralan asam basa dengan metode titrasi ?
2.      Bagaimana cara menentukan konsentrasi suatu larutan asam atau basa dengan menggunakan titrasi asam basa ?
3.      Bagaimana cara mengetahui titik ekuivalen dan titik akhir asam basa?
            ( Wangi Salsabila )

1.4. Manfaat
          Adapula manfaat dari praktek uji coba titrasi asam basa yang kami lakukan antara lain :
A.     Bagi Siswa
·        Siswa lebih memahami materi titrasi asam basa lewat praktikum yang dilaksanakan.
·         Siswa dapat menerapkan titrasi asam basa dalam kehidupan sehari-hari.
·         Titrasi berguna dalam bidang kefarmasian, dapat membekali siswa yang berminat memasuki jurusan farmasi.

B.     Bagi Guru
·         Guru dapat memahami sejauh mana pemahaman siswa dalam menetukan konsentrasi asam basa melalui metode titrasi.
·         Mengetahui tingkat kemampuan siswanya dalam menggunakan berbagai alat bantu peelitian yang terkait dengan praktikum.
( Tania Herlianda )


 



BAB II
METODOLOGI PENELITIAN


2.1. Alat dan Bahan
          Alat     :  1. Pipet tetes
                           2. Gelas ukur
                           3. Labu ukur
                           4. Labu erlenmeyer
                           5. Gelas beaker
                           6. Mortar dan Alu
                           7. Batang pengaduk

            Bahan  :  1. Vitamin C IPI
                           2. Phenolftalein
                           3. NaOH
                           4. Metil merah

2.2. Tempat/Tanggal
          Tanggal : Rabu, 14 Februari 2017
            Tempat  : Laboratorium Kimia SMA Unggul Sakti
           
2.3. Prosedur Kerja






 
















 







( Stevanni Tandean )




BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Pengamatan 
A.    Dengan indikator phenolphthalein
 
No
Volume Larutan (ML)
Volume NaOH (ML)
Gambar
1.
5 ml
0,4 ml (8 tetes)
 
2.
5 ml
0,4 ml (8 tetes)
 


























Mmol NaOH = m x v
                      = 0,1 x 0,4
                      = 0,04 mmol

Reaksi :
    H2C6H6O6 + 2NaOH → Na2(C6H6O6) + H2O 
r  :    0,02             0,04               0,02              0,02
m:    0,02             0,04              -                     -

s  :     0                 0                  0,02              0,02



Mencari mol asam yang digunakan :



     




        = 0,2 mmol


 
Sehingga massa asam askorbat yang digunakan adalah :
Gr = mol x Mr
     = 0,2 x 176
     = 35,2 mg
Massa asam askorbat teori = 50 mg
Massa vit C per tablet = 250 mg

%Kadar asam askorbat secara praktek :
= 70,4 %
% Asam askorbat per tablet :

               

           = 14, 08 %


 Massa asam askorbat per tablet dengan indikator PP : 
Gr = massa tablet × %massa asam askorbat  

= 35,2 mg 


 


B.    Dengan indikator metil merah
No
Volume Larutan (ML)
Volume NaOH (ML)
Gambar
1.
5 ml
0,35 ml (7 tetes)


2.
5 ml
0,35 ml  (7 tetes)























Mmol NaOH = m x v
                      = 0,1 x 0,35
                      = 0,035 mmol 


Reaksi :
    H2C6H6O6 + 2NaOH → Na2(C6H6O6) + H2O
m:    0,0175             0,035          -                   -
r  :    0,0175             0,035      0,0175        0,0175
s  :       0                      0          0,0175        0,0175



Mencari mol asam yang digunakan :

        = 0,175 mmol




Sehingga massa asam askorbat yang digunakan adalah :
Gr = mol x Mr
     = 0,175 x 176
     = 30,8 mg
Massa asam askorbat teori = 50 mg
Massa vit C per tablet = 250 mg 

 %Kadar asam askorbat secara praktek :


                                            = 61,6 %


% Asam askorbat per tablet :


= 12,32 %


Massa asam askorbat per tablet dengan indikator PP :
Gr = massa tablet × %massa asam askorbat
 
  = 30,8 mg 
 
 
( Wangi Salsabila )
 
 
 
 
 
4.2. Pembahasan
          Berdasarkan hasil percobaan diperoleh bahwa pada percobaan pertama dan kedua untuk menetralkan 5 ml larutan asam askorbat diperlukan sebanyak 8 tetes larutan NaOH yaitu 0,4 ml yang memiliki konsentrasi 0,1 M dengan kadar asam askorbat secara praktek adalah 70,4% ,kadar asam askorbat per tablet 14,08% , dan juga diketahui masa asam askorbat per tablet dengan indikator pp ialah 35,2 mg.
            Berdasarkan hasil percobaan menggunakan indikator metal merah menunjukkan bahwa pada percobaan pertama dan kedua diperlukan larutan NaOH sebanyak 7 tetes yaitu 0,35 ml untuk mentitrasi 5 ml larutan asam askorbat dengan kadar asam askorbat secara praktek adalah 61,6% , kadar asam askorbat per tablet 12,32% , dan juga diketahui masa asam askorbat per tablet dengan indikator pp ialah 30,8 mg.

( Wangi Salsabila dan Tania Herlianda )



BAB IV
PENUTUP


5.1. Kesimpulan
          Titrasi asam basa adalah titrasi yang melibatkan asam maupun basa sebagai titer(zat yang telah diketahui konsentrasinya) maupun titrant(zat yang akan ditentukan kadar) dan berdasarkan reaksi penetralan asam-basa. Untuk menetralkan larutan asam askorbat 5 ml dengan indikator PP (Phenolphtalein) diperlukan 8 tetes NaOH, yakni sekitar 0,4ml. Dan pada percobaan dengan indikator metil merah, diperlukan 7 tetes NaOH, yakni sekitar 0,34 ml.
            Dari percobaan titrasi diatas dapat dihitung kadar asam askorbat secara praktek, kadar asam askorbat per tablet dan massa asam askorbat per tablet. Asam askorbat dengan indikator PP ditetesi dengan NaOH hingga berwarna pink, sedangkan asam askorbat dengan metil merah ditetesi NaOH hingga kembali ke warna semula.


5.2.Saran
            Diharapkan seluruh siswa dalam kelompok aktif dalam melaksanakan praktikum agar waktu terpakai maksimal. Selain itu, dalam menggunakan peralatan dari laboratorium ataupun senyawa-senyawa harus berhati-hati untuk menghindari kerusakan ataupun hal yang tidak diinginkan. Peralatan kemudian dicuci bersih setelah selesai melakukan praktek agar alat tidak rusak dan tidak ada sisa bahan kimia yang menempel pada alat agar tidak mempengaruhi percobaan percobaan selanjutnya.

( Tania Herlianda )










 

Daftar Pustaka

·         Purba, Michael. 2006. Kimia Untuk SMA Kelas XI Semester 1. Jakarta: Airlangga
·         http://worldofanimeducation.blogspot.com/
·         http://belajarkimia.com/2008/04/titrasi-asam-basa/
·         http://warrentaperoti.blogspot.com/2011/04/praktikum-titrasi-asam-basa.html




( Stevanni, Tania, Wangi )




 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar