Nah sekarang, Belajar Yuk !
Perubahan kimia adalah perubahan yang disertai dengan terbentuknya zat yang baru. Perubahan kimia juga dikenal sebagai reaksi kimia.Terjadinya perubahan kimia dapat diidentifikasikan dengan pembentukan gas, serta terjadinya perubahan warna.Pembentukan gelembung gas merupakan hasil dari perubahan kimia .Perubahan kimia mungkin juga mengakibatkan pembentukan endapan. Perubahan warna yang tidak terduga atau pelepasan bau juga sering menunjukkan perubahan kimia.
Berikut merupakan ciri-ciri perubahan kimia :
1. Terjadi perubahan susunan molekul.
2. Terbentuk zat baru dengan sifat zat yang berbeda dengan sifat penyusunnya.
3. Perubahan zat bersifat irreversible (tidak dapat kembali kebentuk semula).
Perubahan atau reaksi kimia terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:
1. Perubahan Kimia yang Menghasilkan Perubahan Suhu
a.
ReaksiEksoterm
Yaitu reaksi kimia yang menghasilkan energy panas (kalor) sehingga meningkatkan suhu lingkungan. Contoh:
proses pembakaran petasan,
pembuatan api unggun
b.
Reaksi Endoterm
Yaitu reaksi kimia yang memerlukan
(menyerap) energy panas sehingga menimbulkan efek dingin pada lingkungan. Contoh:
garam dapur
(NaCl) yang dilarutkan dalam
air.
2. Perubahan
Kimia yang Menghasilkan Perubahan Warna
Terjadinya perbedaan warna antara
sebelum dan sesudah reaksi pada zat-zat yang bereaksi juga menunjukan adanya
perubahan kimia. Contoh : perubahan warna pada kertas lakmus, kertas lakmus
biru saat dicelupkan ke larutan asam akan berubah menjadi merah, sedangkan
kertas lakmus merah saat dicelupkan ke dalam larutan basa akan berubah menjadi
biru.
13. Perubahan kimia yang dapat menghasilkan gas
Terbentuknya gas pada proses
reaksi adalah salah satu indikator perubahan kimia. Contoh : logam seng (Zn) yang direaksikan
dengan larutan asam sulfat (H2SO4) akan terbentuk seng
sulfat (ZnSO4) dan sejumlah gelembung-gelembung gas hidrogen.
14. Perubahan Kimia yang Dapat Menghasilkan Endapan
Produk dari zat - zat yang
bereaksi jika terbentuk endapan maka termasuk perubahan kimia. Contoh:
peraknitrat (AgNO3) dicampur dengan natrium klorida (NaCl)
menghasilkan natrium nitrat (NaNO3) dan endapan berwarna putih perak
klorida (AgCl).
Berikut Praktikum yang saya lakukan
|
Percobaan
/ Peristiwa
|
Pengamatan
|
Keterangan
|
|
Pembentukan
koloidoleh air,minyak,dan sabun.
|
Disediakan gelas yang berisi air.
Minyak di tuang kedalam gelas tersebut, diikuti oleh Sabun cair . Lalu, diaduk.
|
Perubahan yang terjadi adalah
perubahan warna, timbulnya gelembung gelembung kecil minyak yang tersebar
rata di larutan.
|
Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di
mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat
lain. Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm.Terbentuknya Koloid pada
percobaan ini diakibatkan oleh Ikatan yang terjadi antara Air, Minyak dan
Sabun. Dimana Sabun Memiliki gugus kepala yang bersifat Hidrofilik(polar) atau
suka air dan Ekor yang bersifat Hidrofobik(nonpolar) atau suka lemak. Sabun
bersifat sebagai perantara dimana gugus kepalanya akan berikatan dengan Air dan
gugus ekornya akan berikatan dengan Minyak dan akhirnya terbentuknya suatu
larutan baru.
KESIMPULAN
Perubahan kimia adalah perubahan zat dimana proses perubahan tersebut pasti menghasilkan zat baru. Terbentuknya zat baru itulah yang merupakan cirri utama dari perubahan kimia.Perubahan kimia juga ditandai dengan timbulnya bau, adanya perubahan warna maupun perubahan suhu. Pada percobaan tersebut menunjukkan percampuran 2 zat
heterogen atau lebih dapat menghasilkan koloid. itulah yang disebut zat baru. Zat baru yang dihasilkan oleh perubahan atau reaksi kimia tidak dapat kembali kewujud semula.Sifat zat baru ini juga berbeda dengan sifat zat pembentuknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar