Laporan
Kelompok Kimia
Titrasi
Asam dan Basa
Guru
Pembimbing : REINNA ELSHA, S.Pd
Oleh (kelompok 5):
1. Stevanni
Tandean
2. Tania
Herlianda
3. Wangi
Salsabila
XI
IPA 1
Yayasan
Pendidikan Unggul Sakti
Tahun
Ajaran 2017/2018
(Stevanni
Tandean)
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke
hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayahnya yang kami terima, serta
petunjuknya yang memberikan kemampuan dan kemudahan bagi kami dalam penyusunan
laporan praktikum kimia ini yang berjudul “Penetuan Kadar Asam Askorbat Dengan
Metode Titrasi Asam Basa” yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kadar
asam askorbat dalam larutan dengan metode titrasi asam basa.
Pada kesempatan ini kami ingin
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada guru pembimbing mata
pelajaran kimia, Ibu Reinna Elsha,S.Pd yang telah membantu dan memberikan
bimbingan kepada kami dari mulai proses pengerjaan praktikum sampai dengan
penyelesaian laporan praktikum ini.
Kami selaku tim peneliti menyadari bahwa
laporan praktikum ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kritik dan
saran sangat kami harapkan demi penyempurnaan laporan praktikum ini kedepannya.
Semoga dengan adanya laporan praktikum ini dapat bermanfaat bagi pembaca dalam
menambah ilmu pengetahuan mengenai titrasi asam basa.
Jambi, 19 Februari 2018
(Wangi Salsabila)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Landasan Teori
Titrasi
merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat
lain yang sudah diketahui konsentrasinya. Titrasi asam-basa adalah titrasi yang
melibatkan asam maupun basa sebagai titer (zat yang telah diketahui
konsentrasinya) maupun titrant (zat yang akan ditentukan kadarnya) dan
berdasarkan reaksi penetralan asam-basa. Kadar larutan asam ditentukan dengan
menggunakan larutan basa yang telah diketahui kadarnya, dan sebaliknya, kadar
larutan basa dapat diketahui dengan menggunakan larutan asam yang diketahui
kadarnya. Titik ekuivalen yaitu pH pada saat asam dan basa (titrant dan titer)
tepat ekuivalen atau secara stoikiometri tepat habis bereaksi. Titrasi yang
menyandarkan pada jumlah volumelarutan disebut titrasi volumetri.
Secara teknis, titrasi dilakukan
dengan cara mereaksikan sedikit demi sedikit larutan penitrasi melalui buret,
ke dalam larutan yang akan dititrasi dalam labu Erlenmeyer. Kondisi pada saat
terjadi perubahan warna indicator disebut titik akhir titrasi. Titik akhir
titrasi diharapkan mendekati titik ekuivalen titrasi, yaitu kondisi pada saat
larutan asam habis bereaksi dengan larutan basa. Pendejatan antara titik akhir
titrasi dan titik ekuivalen titrasi bergantung pada ph perubahan warna dari
larutan indikator. Jika perubahan warna indikator terletak pada ph titik
ekuivalen, maka titik akhir titrasi sama dengan titik ekuivalen. Akan tetapi,
jika perubahan warna terjadi setelah penambahan larutan penitrasi yang
berlebih, maka titik akhir titrasi berbeda dengan titik ekuivalen. Titik ekuivalen,
ialah titik pada saat sajumlah mol ion OH– yang ditambahkan ke
larutan sama dengan jumlah mol ion H+ yang semula ada.
Perbedaan
antara titik titrasi dengan titik ekuivalen disebut kesalahan titrasi. Besar
kecilnya kesalahan titrasi ditentukan oleh pemilihan indicator. Jika indicator
yang digunakan tepat, maka kesalahan titrasinya kecil. Titrasi asam oleh basa
kuat dan sebaliknya mempunyai titik ekuivalen pada ph 7. Titik ekuivalen
titrasi asam lemah oleh basa kuat terjadi pada ph antara 8 dan 9. Sementara
titik ekuivalen titrasi basa lemah oleh asam kuat berada pada ph asam.
( Stevanni Tandean )
1.2. Tujuan
1. Mengetahui penetralan asam
basa dengan metode titrasi.
2. Menentukan konsentrasi suatu
larutan asam atau basa dengan menggunakan titrasi asam-basa.
3. Mengetahui titik ekuivalen dan
titik akhir titrasi-basa.
(
Stevanni Tandean )
1.3.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara mengetahui penetralan asam basa dengan metode
titrasi ?
2. Bagaimana cara menentukan konsentrasi suatu larutan asam atau basa
dengan menggunakan titrasi asam basa ?
3. Bagaimana cara mengetahui titik ekuivalen dan titik akhir asam basa?
(
Wangi Salsabila )
1.4. Manfaat
Adapula
manfaat dari praktek uji coba titrasi asam basa yang kami lakukan antara lain :
A.
Bagi Siswa
·
Siswa lebih memahami materi titrasi asam
basa lewat praktikum yang dilaksanakan.
·
Siswa dapat menerapkan titrasi asam basa
dalam kehidupan sehari-hari.
·
Titrasi berguna dalam bidang
kefarmasian, dapat membekali siswa yang berminat memasuki jurusan farmasi.
B.
Bagi Guru
·
Guru dapat memahami sejauh mana
pemahaman siswa dalam menetukan konsentrasi asam basa melalui metode titrasi.
·
Mengetahui tingkat kemampuan siswanya
dalam menggunakan berbagai alat bantu peelitian yang terkait dengan praktikum.
(
Tania Herlianda )
BAB II
METODOLOGI PENELITIAN
2.1. Alat dan Bahan
Alat
: 1. Pipet tetes
2. Gelas ukur
3. Labu ukur
4. Labu erlenmeyer
5. Gelas beaker
6. Mortar dan Alu
7. Batang pengaduk
Bahan : 1. Vitamin C IPI
2. Phenolftalein
3. NaOH
4. Metil merah
2.2. Tempat/Tanggal
Tanggal
: Rabu, 14 Februari 2017
Tempat : Laboratorium Kimia SMA Unggul Sakti
2.3. Prosedur Kerja

( Stevanni Tandean )
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.
Hasil Pengamatan
A. Dengan indikator phenolphthalein
No
|
Volume Larutan (ML)
|
Volume NaOH (ML)
|
Gambar
|
1.
|
5 ml
|
||
2.
|
5 ml
|
0,4 ml
(8 tetes)
|
Mmol NaOH = m x v
= 0,1 x 0,4
= 0,04 mmol
Reaksi :
H2C6H6O6
+ 2NaOH → Na2(C6H6O6) + H2O
r : 0,02 0,04 0,02 0,02
m:
0,02 0,04
- -
s : 0 0 0,02 0,02
Mencari mol
asam yang digunakan :
= 0,2 mmol
Sehingga
massa asam askorbat yang digunakan adalah :
Gr =
mol x Mr
= 0,2 x 176
=
35,2 mg
Massa
asam askorbat teori = 50 mg
Massa
vit C per tablet = 250 mg
%Kadar
asam askorbat secara praktek :
=
70,4 %
= 14, 08 %
Massa asam askorbat per tablet dengan indikator PP :
Gr = massa tablet × %massa asam askorbat
B. Dengan indikator metil merah
|
No
|
Volume Larutan (ML)
|
Volume NaOH (ML)
|
Gambar
|
|
1.
|
5 ml
|
0,35 ml
(7 tetes)
|
|
|
2.
|
5 ml
|
0,35 ml (7 tetes)
|
|
Mmol NaOH = m x v
= 0,1 x 0,35
= 0,035 mmol
Reaksi :
H2C6H6O6
+ 2NaOH → Na2(C6H6O6) + H2O
m:
0,0175 0,035 - -
r : 0,0175 0,035 0,0175 0,0175
s : 0 0 0,0175 0,0175
Mencari
mol asam yang digunakan :
= 0,175 mmol
Sehingga
massa asam askorbat yang digunakan adalah :
Gr =
mol x Mr
= 0,175 x 176
=
30,8 mg
Massa
asam askorbat teori = 50 mg
Massa
vit C per tablet = 250 mg
%Kadar asam askorbat secara praktek :
= 61,6 %
%
Asam askorbat per tablet :
= 12,32 %
Massa
asam askorbat per tablet dengan indikator PP :
Gr =
massa tablet × %massa asam askorbat
=
30,8 mg
( Wangi Salsabila )
4.2. Pembahasan
Berdasarkan hasil percobaan diperoleh bahwa pada percobaan pertama
dan kedua untuk menetralkan 5 ml larutan asam askorbat diperlukan sebanyak 8
tetes larutan NaOH yaitu 0,4 ml yang memiliki konsentrasi 0,1 M dengan kadar
asam askorbat secara praktek adalah 70,4% ,kadar asam askorbat per tablet
14,08% , dan juga diketahui masa asam askorbat per tablet dengan indikator pp
ialah 35,2 mg.
Berdasarkan hasil
percobaan menggunakan indikator metal merah menunjukkan bahwa pada percobaan
pertama dan kedua diperlukan larutan NaOH sebanyak 7 tetes yaitu 0,35 ml untuk
mentitrasi 5 ml larutan asam askorbat dengan kadar asam askorbat secara praktek
adalah 61,6% , kadar asam askorbat per tablet 12,32% , dan juga diketahui masa
asam askorbat per tablet dengan indikator pp ialah 30,8 mg.
( Wangi Salsabila dan Tania
Herlianda )
BAB IV
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Titrasi
asam basa adalah titrasi yang melibatkan asam maupun basa sebagai titer(zat
yang telah diketahui konsentrasinya) maupun titrant(zat yang akan ditentukan
kadar) dan berdasarkan reaksi penetralan asam-basa. Untuk menetralkan larutan
asam askorbat 5 ml dengan indikator PP (Phenolphtalein) diperlukan 8 tetes
NaOH, yakni sekitar 0,4ml. Dan pada percobaan dengan indikator metil merah,
diperlukan 7 tetes NaOH, yakni sekitar 0,34 ml.
Dari percobaan titrasi diatas dapat
dihitung kadar asam askorbat secara praktek, kadar asam askorbat per tablet dan
massa asam askorbat per tablet. Asam askorbat dengan indikator PP ditetesi
dengan NaOH hingga berwarna pink, sedangkan asam askorbat dengan metil merah
ditetesi NaOH hingga kembali ke warna semula.
5.2.Saran
Diharapkan
seluruh siswa dalam kelompok aktif dalam melaksanakan praktikum agar waktu
terpakai maksimal. Selain itu, dalam menggunakan peralatan dari laboratorium ataupun
senyawa-senyawa harus berhati-hati untuk menghindari kerusakan ataupun hal yang
tidak diinginkan. Peralatan kemudian dicuci bersih setelah selesai melakukan
praktek agar alat tidak rusak dan tidak ada sisa bahan kimia yang menempel pada
alat agar tidak mempengaruhi percobaan percobaan selanjutnya.
( Tania Herlianda )
Daftar Pustaka
·
Purba, Michael. 2006. Kimia Untuk SMA Kelas XI Semester 1. Jakarta: Airlangga
·
http://belajarkimia.com/2008/04/titrasi-asam-basa/
·
http://warrentaperoti.blogspot.com/2011/04/praktikum-titrasi-asam-basa.html
( Stevanni, Tania, Wangi )





































