Minggu, 23 Oktober 2016

Membuat Lampu Lava

Laporan Praktikum Membuat Lampu Lava


Kelompok 1 :
1. Daniel 





2. Nurul Andini
3. Stevanni Tandean
A. Tujuan
  1. Membuat lampu lava sederhana.
  2. Mengetahui hubungan polaritas dengan kelarutan suatu zat.
B. Alat dan Bahan
  1. Botol (bening)
  2. Minyak goreng
  3. Garam
  4. Air
  5. Pewarna makanan 
C. Cara Kerja
  1.  Tuangkan air ke dalam gelas sampai tingginya kira-kira 8 cm!
  2. Tuangkan minyak goreng ke dalam gelas tadi kurang lebih 1/3 gelas dan diamkan sebentar! Amati yang terjadi! Dimana posisi minyak?
  3. Teteskan pewarna makanan satu tetes saja! Amati yang terjadi! Apa warnanya menyebar?
  4. Tambahkan sedikit garam dan kocok sambil amati yang terjadi!
  5. Tambahkan sedikit garam dan kocok sambil amati yang terjadi! Lakukan penambahan garam ini sebanyak yang kamu inginkan! 
D. Analisis
  1. Apa fungsi garam dalam kegiatan ini?
  2. Jelaskan peristiwa yang terjadi saat garam mencapai lebih dari 10% dan 25% massa air!
Jawaban
  1. Ketika minyak dituangkan ke dalam botol berisi air, minyak menempati posisi di atas air dan tidak bercampur dengan air.
  2. Ketika pewarna makanan diteteskan ke dalam botol, pewarna makanan melewati minyak dan jatuh ke air. Di dalam air, pewarna makanan tidak menyebar secara merata, namun hanya pada bagian dasar air.
  3. Ketika ditambahkan sedikit garam, garam larut dalam air dan pada saat garam larut, pewarna makanan langsung menyebar merata dalam air. Setelah dikocok, air yang telah menyatu dengan pewarna makanan dan garam menyatu dengan minyak. Namun, perlahan-lahan minyak kembali memisahkan diri ke bagian atas air.
  4. Ketika garam ditambahkan lagi, pewarna makanan semakin larut dalam air. Ketika dikocok, hal yang sama terjadi seperti sebelumnya. Mula-mula, air dan minyak menyatu dan perlahan-lahan keduanya memisahkan diri kembali.
  5. Garam dalam kegiatan ini berfungsi sebagai pengikat antara air dengan pewarna makanan.
  6. Ketika garam melebihi 10% massa air, pewarna cepat larut dalam air. Ketika garam melebihi 25% massa air, pewarna larut lebih cepat (semakin mudah larut) dalam air dibandingkan saat kadar garam melebihi 10% massa air. Hal ini berhubungan dengan polaritas suatu zat. Air, garam, dan pewarna makanan bersifat polar sedangkan minyak bersifat non-polar. Itulah sebabnya mengapa minyak tidak dapat menyatu dengan air sedangkan pewarna dan garam bisa. Semakin banyak garam yang ditambahkan, maka air dan pewarna makanan akan semakin mudah menyatu.
Demikianlah hasil laporan praktikum kami mengenai pembuatan  Lampu Lava. Semoga bermanfaat .

Rabu, 28 September 2016

Hi semua! Pada kesempatan kali ini saya akan membahas materi kimia mengenai ikatan kovalen rangkap tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga.
Nah,sekarang  ayo kita mulai!!! Baca dan Pahami dengan baik ya!
A.    Pengertian Ikatan Kovalen
Ikatan Kovalen adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam).
                Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion. Atom non logam cenderung untuk menerima elektron jadi jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk dapat dilakukan dengan cara menyatukan elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama. Pembentukan ikatan kovalen tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron). Unsur gas mulia berada di gologan VIII A.

B.    Sejarah Kovalen
            Istilah bahasa Inggris "covalence" pertama kali digunakan pada tahun 1919 oleh Irving Langmuir di dalam artikel Journal of American Chemical Society yang berjudul The Arrangement of Electrons in Atoms and Molecules
            Gagasan ikatan kovalen dapat ditilik beberapa tahun sebelum 1920 oleh Gilbert N. Lewis yang pada tahun 1916 menjelaskan pembagian pasangan elektron di antara atom-atom. Dia memperkenalkan struktur Lewis atau notasi titik elektron atau struktur titik Lewis yang menggunakan titik-titik di sekitar simbol atom untuk mewakili elektron valensi terluar atom. Pasangan elektron yang berada di antara atom-atom mewakili ikatan kovalen. Pasangan berganda mewakili ikatan berganda, seperti ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga. Terdapat pula bentuk alternatif lainnya di mana ikatan diwakili sebuah garis.
 


1 H = 1
Struktur Lewis: H-H
Konsep awal ikatan kovalen berawal dari gambar molekul metana sejenis ini. Ikatan kovalen tampak jelas pada struktur Lewis, mengindikasikan pembagian elektron-elektron di antara atom-atom.

C.    Macam-macam Ikatan Kovalen
1.     Ikatan Kovalen Tunggal
                Ikatan kovalen tunggal,adalah ikatan dengan satu pasang elektron milik bersama.Di gambarkan dengan tanda satu garis ikatan. 
Contoh 1 :
Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom H membentuk molekul H2
Konfigurasi elektronnya :

1 H = 1
Struktur Lewis: H-H
Contoh 2 :
Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF
Konfigurasi elektronnya :
1H : 1
Contoh 2 :
Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF
Konfigurasi elektronnya :
1H : 1
Struktur Lewis:H-F
 
2.     Ikatan Kovalen Rangkap Dua
            Ikatan kovalen rangkap dua adalah ikatan kovalen yang terjadi karena penggunaan bersama dua pasang elektron. Ikatan yang terbentuk digambarkan menggunakan dua garis lurus.
Contoh 1 :
Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2 Konfigurasi elektronnya : 8O= 2, 6
Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2. Ke-2 atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga ke-2 atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron secara bersama.
 
Contoh 2:
CO2
6C : 2.4
8O : 2.6
 

3.     Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
            Ikatan kovalen rangkap tiga adalah ikatan kovalen yang terjadi karena penggunaan bersama tiga pasang elektron. Ikatan yang terbentuk digambarkan menggunakan tiga garis lurus.
Contoh 1:
Ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul Konfigurasi elektronnya :
7N= 2, 5
Atom N memiliki 5 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom N memerlukan tambahan elektron sebanyak 3.
Ke-2 atom N saling meminjamkan 3 elektronnya, sehingga ke-2 atom N tersebut akan menggunakan 3 pasang elektron secara bersama. 

 
Struktur Lewis :
 
Rumus kimia : N2
 

D.    Struktur Lewis
Struktur Lewis adalah struktur yang menunjukkan ikatan - ikatan antar atom dalam suatu molekul. 
Cara menggambarkan struktur Lewis:
1.      Buat lambang Lewis.
2.      Tentukan elektron yang dibutuhkan.
3.      Jika terdapat lebih dari 2 atom maka tentukan atom pusat.
4.      Pasangkan elektron( PEI(Pasangan Elektron Ikatan) dan PEB( Pasangan Elektron Bebas)).

Demikian materi yang dapat saya bagikan. Semoga dapat membantu dan bermanfaat.
Tunggu materi selanjutnya ya!